Apa Itu Ophiocordyceps? Biang Kerok Manusia Jadi Zombie di The Last of Us: Diperankan Cristine Hakim

Suara.com – Film serial zombie, The Last of Us produksi HBO jadi buah bibir karena memiliki cerita menarik serta visual efeknya yang fantastis. Asal usul film ini berasal dari jamur Cordyceps atau Ophiocordyceps, biangkerok manusia berubah jadi zombie, apa sih itu?

The Last of Us jadi pembicaraan di masyarakat Indonesia, karena menampilkan aktris dan aktor ternama Tanah Air sebagai pemeran dan pembuka awal cerita episode 1, yakni Cristine Hakim dan Yayu Unru. Bahkan menjadikan Jakarta sebagai latar belakang cerita.

Pada The Last of Us Season 1 episode pertama, diawali dengan cerita tokoh bernama Joel diperankan Pedro Pasca dan Ellie diperankan Bella Ramsey. Mereka harus bertahan hidup di tengah wabah fungus Cordyceps yang menyerang Amerika Serikat.

Fakta The Last of Us (imdb)

Wabah ini bermula pada tahun 2003 atau 20 tahun yang lalu, saat sebuah virus jamur telah menginfeksi seseorang. Kondisi ini membuat orang tersebut menjadi zombie haus darah dan menyerang orang lain, termasuk penyebab kekacauan dan pandemi di dunia.

Baca Juga:
Tidak Hanya Menjadi Latar di Serial The Last of Us, Dua Pemeran Asal Indonesia Ini Juga Terlibat Didalamnya

The Last of Us Season 1 di episode kedua mengisahkan asal muasal terjadinya wabah. Diawali dengan latar kota Jakarta pada 24 September 2003.

Christine Hakim berperan sebagai Profesor Mikologi bernama Ratna dari Universitas Indonesia.bb Saat sedang makan, Ratna dijemput oleh pria berseragam militer bernama Agus Hidayat yang diperankan Yayu Unru.

Ratna jemput untuk diantarkan ke sebuah ruang laboratorium. Di sana ia dihadapkan dengan mayat yang telah terinfeksi jamur cordyceps, tapi sayangnya mereka yang terinfeksi tidak bisa diobati hingga terpaksa harus menggunakan bom.

Sementara itu mengutip Vox, keberadaan jamur Ophiocordyceps bukanlah isapan jempol belaka. Tapi sebelum dinamakan Ophiocordyceps, jamur ini hanya disebut Cordyceps. Tapi kini Cordyceps punya banyak jenis, termasuk Ophiocordyceps.

Jamur ini memang bisa mengubah makhluk hidup menjadi zombie, dan banyak ditemukan hidup di hutan tropis maupun subtropis. Tapi alih-alih sudah sampai menginfeksi manusia, jamur ini baru menginfeksi semut dan hewan invertebrata lainnya, dan mengubah hewan tersebut menjadi zombie.

Baca Juga:
Jangan Bangga Dulu, Kemunculan Indonesia di Serial The Last of Us Tuai Pro Kontra Gegara Ini

Jamur ini mampu mengambil alih pikiran dan tubuh hewan, menyebabkan makhluk tersebut berperilaku sedemikian rupa untuk menyebarkan spora jamur ke sesama jenisnya.

Sebelum dijadikan inspirasi Pencipta Game, Neil Druckmann dan jadi awal cerita The Last of Us, keberadaan jamur ini lebih dulu populer dalam acara Planet Earth di 2016. Terlihat semut yang terinfeksi jamur, memanjat cabang hingga menumbuhkan jamur penghasil bibit jamur baru di kepala semut, sebelum akhirnya ia mati.

Menariknya, berabad-abad lalu manusia sudah pernah mengonsumsi Cordyceps, dan belum ditemukan riwayat gila atau gagal kontrol. Bahkan masyarakat Tiongkok, menggunakan jamur ini sebagai obat tradisional untuk sakit ginjal lainnya.