Menanti Nahkoda Baru PSSI: Sudut Pandang MOST 1058

Info Event – Radio MOST 1058 kembali mengadakan acara talkshow Sudut Pandang yang kali ini sudah menginjak episode ke-8. Tema yang dipilih kali ini berkaitan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar pertengahan Februari 2023. Intimate talk ini digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta pada Jumat (27/1).

Publik sepak bola tanah air selalu menyelipkan harapan di setiap ajang pemilihan ketua umum PSSI, yakni sepak bola Indonesia berjalan ke arah yang lebih baik. Wajar saja harapan itu selalu ada karena mau tidak mau kita harus mengakui keadaan sepak bola negeri ini sedang tidak baik. Prestasi tim nasional yang belum terlihat, kompetisi yang amburadul hingga pembinaan dari akar rumput tak berjalan baik.

Maka, asa itu kembali diapungkan jelang pemilihan Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa 16 Februari 2023 mendatang. Siapapun sosok terpilih, perbaikan sepak bola menjadi harga mati yang harus dilakukan.

Acara yang dipandu oleh moderator Indy Rahmawati ini menghadirkan pengamat sepak bola Tommy Welly atau lebih akrab dipanggil Bung Towel, Co-Chair B.E.D.A (Berani, Enerjik, Dahsyat, Amanah)  Tsamara Amany,  Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno, dan vlogger yang juga insan sepak bola Agung Hartanto.

Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly, yang menjadi narasumber menyebut bahwa pemberantasan mafia di tubuh PSSI akan selalu menjadi tagline dari setiap kandidat Ketum PSSI saat mencalonkan diri.

Dalam pernyataannya Bung Towel, sapaan akrab Tommy Welly, mencontohkan dua kandidat terkuat, yakni Erick Thohir mengatakan ‘siap membersihkan PSSI dari tangan-tangan kotor’. Sementara La Nyalla Mattalitti mengatakan ‘sikat mafia’ saat maju mencalonkan diri sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia itu.

”Nah problemnya, orang-orang yang disebut sebagai mafia ini masuk dalam jajaran.

Tangan-tangan kotor di dalam elite sepak bola itulah yang harus dibereskan.” ujar Bung Towel.

Sementara itu Tsamara Amany menyebut Erick Thohir adalah sosok yang mempunyai kemampuan dan keberanian untuk membersihkan PSSI dari tangan-tangan kotor. Lebih lanjut mantan politisi PSI ini mengatakan persoalan dalam sepak bola Indonesia bukan hanya masalah prestasi Timnas, tapi juga masalah manajemen organisasi di tubuh PSSI sendiri.

‘Erick Thohir punya nyali untuk melakukan itu. Saya setuju bahwa itu memang harus dilakukan,” kata Tsamara. (*)