Protes Aktivis Lingkungan Sempat Hentikan Semifinal US Open 2023, Begini Reaksi Coco Gauff

TEMPO.CO, Jakarta – Unjuk rasa aktivis lingkuman sempat menghentikan pertandingan semifinal US Open 2023 antara Coco Gauff dari Amerika dan Karolina Muchova dari Republik Cek, Jumat WIB, 8 September.

Protes mereka ketika pertandingan di Stadion Arthur Ashe memasuki set kedua. Gauff saat itu sudah memenangi set pertama dan tengah unggul dalam set yang sedang berlangsung.

Keributan kemudian terjadi di bagian atas dtadion berkapasita 23.000 tempat duduk itu. Empat orang melakukan protes dengan berdiri dan berteriak-teriak. Di kaus mereka terlihat tulisan “Hentikan Bahan Bakar Fosil”.

Asosiasi Tenis Profesional Amerika Serikat (USTA) kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa empat orang terlibat telah ditahan NYPD.

“Tiga dari empat pengunjuk rasa dikawal keluar stadion tanpa insiden lebih lanjut,” demikian pernyataan USTA. “Pengunjuk rasa keempat mengelem kaki telanjangnya ke lantai.”

“Karena sifat dari tindakan ini, NYPD dan personel medis diperlukan untuk mengeluarkan orang ini dari stadion dengan aman.”

Pertandingan sempat tertunda sekitar 50 menit karena ulah mereka. Terutama karena para petenis juga perlu melkukan pemanasan lagi.
Ketika laga dilanjutkan, Coco Gauff terus melaju. Ia akhirnya memastikan diri lolos ke final dengan mengalahkan Karolina Muchova 6-4 7-5.

Reaksi Coco Gauff

Seusai pertandingan, Coco Gauff sempat ditanya soal protes penggiat lingkungan hidup itu. Petenis berusia 19 tahun itu mengaku tak punya pandangan negatif pada mereka.

“Itu dilakukan dengan cara damai, jadi saya tidak bisa terlalu marah,” kata Gauff. “Jelas saya tidak ingin hal itu terjadi ketika saya sedang unggul 6-4, 1-0, dan saya ingin momentum terus berlanjut.”

Iklan

Coco Gauff. (Reuters / Geoff Burke-USA TODAY Sports)

“Tapi hei, jika itu yang mereka rasa perlu mereka lakukan agar suara mereka didengar, saya tidak bisa marah karenanya.”

Pemain muda ini tidak asing dengan aksi protes sosial. Ia pernah ikut dalam barisan atlet yang memprotes kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang terbunuh dalam tahanan polisi di Amerika Serikat, tiga tahun lalu.

Namun, Coco Gauff mengakui tak mengetahui dengan jelas apa sebenarnya tujuan dari aksi protes lingkungan hidup itu. Ia juga mendukung kalau itu untuk kebaikan lingkungan manusia.

“Apakah saya lebih suka hal itu tidak terjadi dalam pertandingan saya? 100 persen ya,” kata Gauff. “Saya tidak akan duduk di sini dan berbohong. Tapi itulah yang terjadi.”

Beberapa acara olahraga besar telah menjadi sasaran kelompok iklim tahun ini. Pengunjuk rasa ‘Just Stop Oil’ menghentikan pertandingan di Wimbledon pada bulan Juli.

REUTERS

Pilihan Editor: Aryna Sabalenka Gagalkan All American Final di US Open 2023